Visual Branding

Mari kita amati iklan di pinggir jalan. Ada iklan yang ‘cukup mengganggu’, melarang orang, ‘jangan nengok ke kiri!

Alih-alih dilarang, justru banyak orang yang mengalihkan pandangannya ke arah dimaksud.

Visual branding bukan hanya sekadar “desain atau tampilan bagus”, tapi merupakan keseluruhan sistem visual yang mewakili identitas, nilai, dan persepsi sebuah brand secara konsisten di semua titik kontaknya dengan audiens.

Psikologi Persepsi

Istilahnya adalah ‘psikologi terbalik’ (reverse psychology). Ini memang disengaja untuk memancing perhatian orang terhadap reaksi alami manusia akan larangan. Hal ini berkaitan dengan teori reaktansi (reactance theory) di dalam psikologi, yaitu kondisi seseorang yang akan selalu melawan larangan yang dianggap mengganggu dan mengikatnya di dalam persepsi kebebasan.

Penerapan iklan “jangan nengok ke kiri” ini adalah salah satu cara termudah dan umum dilakukan banyak orang di Indonesia untuk menarik perhatian. Bukan sekadar tampilan yang bagus, terkadang sebuah copywriting yang tepat justru bisa membuat orang tertarik melihat.

Tujuan utama iklan, promosi, dan publikasi adalah bagaimana masyarakat umum mau melihat dulu untuk pertama kali, kemudian membuatnya jadi penasaran, lantas mau mencoba, lalu membeli produk dan/atau jasa yang ditawarkan. Selanjutnya yang menjadi tujuan utama pemasaran adalah bagaimana menjadikannya sebagai konsumen loyal yang tidak berpindah ke produk dan/atau jasa lainnya yang serupa. 

Di sini kami akan mengelola bentuk dan pola visual branding yang tepat dan akurat untuk produk dan jasa Anda. Kami akan buatkan pola sistem visual yang mewakili identitas, nilai, dan persepsi tersebut.

Jangan ragu untuk menghubungi kami segera.


Ada yang ingin ditanyakan?
Hubungi Kami segera!