Columbus Egg

Satu hari di tahun 1493, Pedro González de Mendoza (1428–1495), Uskup Agung Toledo yang dikenal sebagai Kardinal Mendoza, ia adalah Kanselir Agung Kastilia, pejabat kerajaan yang mengabdi pada Raja Henry IV dari Kastilia, Spanyol. Kardinal Mendoza menjamu kedatangan Christopher Columbus untuk merayakan keberhasilannya menemukan rute ke “Hindia” (Amerika).

Bersama tamu-tamu kehormatan lainnya, Kardinal Mendoza mengambil sebutir telur dan membuat tantangan pada tamu-tamunya.

“Barang siapa yang bisa mendirikan telur ini di atas meja tanpa bantuan apapun, maka ia akan mendapat hadiah.”

GAMBAR: Ilustrasi dari buku “The Romance of Spanish History with Illustrations” tahun 1869 karya Abbot, John Stevens Cabot, di halaman 260 dari 462 halaman, penerbit Harper.

Tamu-tamu yang merupakan para bangsawan dan para pejabat kerajaan Spanyol mencoba mendirikannya, namun tak ada satu pun yang bisa. Bentuk telur yang bulat oval susah didirikan di atas meja tanpa topangan alat bantu. 

Berbeda dengan Christopher Columbus, ia menekan keras ujung cangkang telur di atas meja dan membuatnya bisa berdiri. 

GAMBAR: Ilustrasi telur yang didirikan oleh Christopher Columbus di atas meja.

Tamu-tamu dan para pejabat kerajaan Spanyol yang melihat itu meremehkan dan mereka berkata, “Kalo cuma begitu, kami juga bisa!”  

Kardinal Mendoza tersenyum, lantas berkata, “Kalian mengatakan begitu karena sudah melihat prosesnya. Tapi tahukah bahwa proses itu tidak mudah? Meniru setelah melihat prosesnya memang mudah, tapi berpikir untuk menemukan proses itu tidak mudah.” 

Tamu-tamu Kardinal Mendoza, para bangsawan dan para pejabat kerajaan pun terdiam.

 

Proses Berpikir Kreatif

Itulah yang sering terjadi di kehidupan, orang mudah meremehkan saat sudah melihat sesuatu apapun lantas menirunya. Namun dalam dunia kreatif, proses berpikir menemukan cara dan berproses itu segalanya. 

Fenomena ‘Columbus Egg’ ini jadi hal nyata di kehidupan dan jadi idiom yang sangat umum di dunia kreatif.

GAMBAR: Buku klasik “La Historia del Mondo Nuovo” karya Girolamo Benzoini, 1565.

Sumber Kisah Columbus Egg

Kisah ini terdapat dalam buku klasik “La Historia del Mondo Nuovo” atau ‘Sejarah Dunia Baru’ karya Girolamo Benzoini yang diterbitkan tahun 1565 dalam Bahasa Italia.

Ratusan tahun kemudian, kisah ini mengilhami seniman patung asal Georgia, Rusia, Zurab Konstantinovich Tsereteli, membuat patung ‘Nacimiento del Nuevo Mundo’ (Kelahiran Dunia Baru) atau karya yang lebih dikenal dengan nama ‘ el Huevo de Colón’ (Telur Columbus) di taman San Jerónimo, Seville, Spanyol. 

GAMBAR: Monumen patung ‘el Huevo de Colón’ (Telur Columbus) di taman San Jerónimo, Seville, Spanyol. Fotografer Rocio Ruz.

Monumen patung setinggi 42 hingga 45 meter ini merupakan hadiah dari kota Moskow, Rusia kepada kota Seville, Spanyol dalam peringatan 500 tahun kedatangan Columbus di Karibia pada tahun 1492. Patung ini diresmikan tahun 1995 dan menjadi salah satu patung terbesar di Spanyol.

Share artikel ini ke sosial media kamu