Awal Mula Fotografi

Istilah fotografi kali pertama diperkenalkan oleh ilmuwan asal Inggris, Sir John Herschel di tahun 1839. Kata fotografi berasal dari bahasa Yunani phōs (φῶς) yang berarti cahaya dengan graphein (γράφειν) yang artinya menulis atau melukis. Arti harfiahnya adalah ‘menulis atau melukis dengan cahaya‘.

Fotografi juga merupakan hasil temuan pada dua bidang keilmuan, yaitu fisika (dengan ditemukannya lensa dan kamera) dan kimia (dengan ditemukannya film).

Proses di dalam Fotografi

Ada dua proses dalam fotografi, yaitu proses optik dan proses kimia.

Proses optik pertama kali dikembangkan oleh Leonardo da Vinci di tahun 1515. Ia menggambarkan efek lubang kecil pada sebuah kamar gelap, meluruskan cahaya dan terlihat terbalik dari efek lubang kecil yang disebut camera obscura.

Tanggal 24 Januari 1544, astronom asal Belanda, Reiner Gemma Frisius menggunakan camera obscura kreasi Leonardo da Vinci untuk mengamati gerhana matahari. Selama bertahun-tahun orang mengetahui bahwa banyak sekali warna yang tersebar di langit. Warna-warna tersebut dibedakan tergantung dari panas, udara dan cahaya dan camera obscura bertahan lebih dari 400 tahun.

Perkembangan Fotografi

Tahun 1600, kimiawan, dan fisikawan Irlandia, Robert Boyle, pendiri Royal Society, organisasi yang memajukan pembelajaran eksperimental di bidang sains menyatakan bahwa perak klorida akan jadi gelap jika berada di bawah exposure.

Tahun 1727, kimiawan asal Jerman, Johann Heinrich Schulze menemukan kemungkinan ada cairan yang dapat mengubah warna dalam fotokimia. Ia menempelkan potongan kertas berbentuk huruf atau kata pada botol yang berisi cairan campuran kapur (kalsium karbonat), asam nitrat, dan sedikit perak, lalu menjemurnya di bawah matahari. Setelah kertas dilepas, bayangan huruf-huruf tersebut tercetak di atas cairan karena bagian tersebut tidak terkena cahaya. Secara teknis ini adalah teknik melukis dengan cahaya pertama yang menjadi konsep dasar cara kerja film fotografi di masa depan.

Lanjut di sekitar tahun 1800, ilmuwan asal Inggris, Thomas Wedgwood meneliti cetak fotografi di atas kertas dan kulit yang diberi perak nitrat dan perak klorida. Perak nitrat dan perak klorida akan menghitam bila terkena cahaya, tapi tidak dapat selamanya (tidak kekal) dan dunia fotografi pun terus berkembang. Mulai dari proses kimiawinya, lamanya pencetakan, hingga lamanya perekaman.

Sampai akhirnya di bulan Agustus 1835, kertas negatif fotografi untuk pertama kalinya diproduksi oleh ilmuwan Inggris, William Henry Fox Talbot dan penemuan awal ini disebut sebagai ‘Photogenic Drawing’.

Fotografi di Era Sekarang

Di masa dulu, fotografi masih menjadi hobi mahal dan rumit yang tidak bisa dinikmati oleh semua orang. Hingga di tahun 1888, penemu asal Amerika Serikat, George Eastman merevolusi dunia fotografi dengan menciptakan alat pembuat plat yang dapat merekam banyak gambar sekaligus. Ia memasarkan kamera box merk ‘Kodak’ yang pada perkembangan selanjutnya plat diganti seluloid di tahun 1891. Seluloid ini fleksibel, bisa dimasukkan ke dalam rol atau tabung kecil yang masuk ke dalam kamera dalam cahaya terang.

Masuk ke era kamera SLR (Single-Lens Reflex), kamera yang menggunakan sistem cermin dan prisma yang memungkinkan fotografer melihat tepat apa yang akan ditangkap oleh lensa. Pada tahun 1959, produsen kamera asal Jepang, Nikon merevolusi sistem lensa SLR 35mm profesional pertama di dunia dengan menggabungkan fitur-fitur canggih seperti jendela bidik yang bisa dilepas, penggerak motor (motor drive), dan ketangguhan luar biasa dalam satu sistem.

Setelah itu di tahun 1987, produsen kamera yang juga berasal dari Jepang, Canon mengambil alih teknologi autofocus kamera (AF) dan menciptakan inovasi dengan membuat keputusan berani, membuang dudukan lensa lama (FD mount) dan menciptakan EF Mount yang sepenuhnya elektronik. Sistem ini memungkinkan autofokus yang jauh lebih cepat dan akurat karena motor penggeraknya ada di dalam lensa, bukan pada bodi kamera. Revolusi ini membuat banyak fotografer profesional (terutama bidang olahraga dan jurnalistik) berpindah dari Nikon ke Canon.

Lanjut ke tanggal 11 Juni 1997 di rumah sakit Santa Cruz, California, Amerika Serikat. Pengusaha teknologi asal Perancis, Philippe Kahn yang menggabungkan telepon seluler pribadinya Motorola StarTAC dengan kamera digital Casio QV-10, ia merakit perangkat darurat untuk menunggu istrinya melahirkan. Hasilnya ia berhasil mengirimkan foto bayinya pada kerabat dan teman-temannya. Kejadian ini dianggap awal ponsel kamera pertama di dunia.

Hingga sekarang, fotografi bukan lagi jadi hobi yang mahal dan eksklusif. Tiap membeli ponsel pasti ada kamera di dalamnya dan semua orang bisa dan sangat terbiasa membuat foto, bahkan video lewat ponsel.


Ada yang ingin ditanyakan?
Hubungi Kami segera!